*masih bingung mau kasih judul apa*

Ada kebun tetangga yang memelihara mata. Banyak mata berdaun, berbunga, dan masing-masing melihat ke satu arah. Kamar tidur tetanggaku. Pagi-pagi sekali pemilik kebun itu bangun dan menyiram mata-mata yang masih mengantuk. Ia perlu membangunkan mata-mata itu dulu. Cara membangunkannya, mata-mata itu dikelitiki sampai menangis. Lalu karena menangis, mata-mata itu menyiram dirinya sendiri.

Tanaman mata itu jika hitung ada 17. Masih kecil-kecil. Seperti kelereng. Tapi… Mereka bisa tumbuh sebesar bola basket. Mata-mata yang dirawat di kebun itu bisa membesar dalam waktu kurang lebih satu setengah bulan. Saat mata itu membesar, mereka siap. Siap dipasang di daun pintu di seluruh rumah pemiliknya. Maka, setiap kali orang mau masuk, mereka akan ditatap oleh mata besar itu.

Mengerikan sekali kebun tetanggaku itu. Ia memang agak menakutkan semenjak istrinya terbunuh di rumah itu. Ia menjadi orang yang sangat mudah curiga. Itulah alasannya menumbuhkan kebun mata-mata. Suatu hari nanti, aku akan coba mencuri satu saja mata di kebunnya itu. Mudah-mudahan tidak susah.

Begini bentuk mata itu. Kamu tau kembang sepatu kan? Nah. Ganti kembangnya dengan bola mata. Seperti itu tanaman mata-mata. Saat mata-mata itu tertidur, mereka melindungi diri dengan membungkus diri menggunakan daun-daunnya. Maka, malam adalah waktu yang tepat untuk mencuri mereka. Karena mereka nggak bisa mendengar. Mereka hanya bisa melihat. Konon, banyak yg coba mencuri mata-mata itu. Namun gagal. Katanya, jika tanah tempat mereka ditanam itu terasa bergerak, mereka terbangun. Kalau mereka terbangun, satu per satu membuka daunnya dan menatap kamu. Mereka semua menatap kamu! Tanaman mata-mata itu.

Hingga akhirnya kamu yang nggak pernah lihat tanaman yang bisa menatap matamu, kamu ketakutan. Lalu, seperti pencuri pada umumnya, kamu takut perbuatanmu kelihatan. Makanya nggak pernah ada yang berhasil mencuri tanaman mata-mata itu. Mungkin, aku bisa menutup mataku kalau-kalau aku berhasil mendekati mereka, aku gak perlu takut ditatap lagi. Tapi nanti aku gak bisa lihat. Harus ada orang tanpa hati untuk mencuri tanaman mata-mata itu. Karena orang tanpa hati nggak akan takut ditatap saat sedang mencuri.

Tapi untuk apa aku curi tanaman mata-mata itu? Nanti kalau kutanam sendiri, mereka akan menatap aku terus. Nanti aku merasa tertuduh terus. Tanaman mata-mata itu aku namakan, tanaman mata tuhan. Ada di mana-mana. Mengintai orang jahat dan orang baik. Mungkin sebenarnya, mata-mata itu nggak memiliki kekuatan apapun selain menatap mata orang. Jika dicuri pun, mereka hanya akan menatap. Hanya orang-orang yang tahan terhadap tatapan yang bisa merawat tanaman mata-mata itu. Mengerikan.
Tanaman mata-mata itu bisa dibuat tak melihat lagi jika kamu melempar satu galon asap knalpot ke arah mereka. Tapi kalau mereka tak bisa melihat lalu rusak, untuk apa dicuri?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s